Langsung ke konten utama

Semenanjung Pilu

Tembakau
membakar waktu                                                                 
Gambus lapuk
Mengiang di sudut rindu

Kepada engkau yang berlalu                                                     
Dan tak berniat kembali
Tengok!
Bebudak tu kusut nasibnya

Kota dan kampung menjual cinta                               
Ringkas
Musnah
Tenggelam di mata

Kini
Hari-hari kau dah tak sama

“Mari, kesini nak
Dekatlah denganku, matikan apimu.”                   

Puncak malam
Semenanjung  pilu.   


Kartun Aster-Phire, DeviantART.










                                                              


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pekasam Ikan Subayang

Oleh: Rahmi Carolina Pekasam ikan merupakan salah satu produk ikan awetan yang diolah secara tradisional. Ia dilakukan dengan metode penggaraman yang dilanjutkan dengan proses fermentasi. Biasanya pekasam menggunakan ikan air tawar dengan rasa sedikit masam ketika sudah jadi. Di Riau sendiri khususnya di Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu olahan masakan ini cukup dikenal. Konon kabarnya, pekasam ikan ini dilakukan agar ikan awet lebih lama, food safety. Ia pun menjadi makanan simpanan jika satu waktu terjadi kesulitan mencari bahan pangan. Sebab dimasa itu belum ditemukan cara pengawetan dengan tekhnologi menggunakan pendingin bersuhu di bawah nol derajat celcius, seperti kulkas. Kamu penasaran? Mari kita coba! Bahan: 1.       1kg ikan Lilan (ikan air tawar dari Subayang) 2.       ½ canting beras 3.       1 bungkus garam kasar 4.       3 helai daun kunyit Cara...

Menuju Pengelolaan Kawasan Adil dan Lestari, Rimbang Baling Uji Coba Sistem Canggih.

Oleh: Rahmi Carolina   Rimbang Baling adalah salah satu lanskap yang saat ini sedang diperhatikan oleh banyak pihak. Pasalnya beberapa waktu lalu akun facebook Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memposting hasil foto camera trap yang setelah 12 tahun lamanya menuai hasil di lanskap Rimbang Baling . Hasil foto tersebut memperlihatkan seekor harimau jantan mendekati seekor harimau betina. Kurang dari 7 menit, perkawinan kedua harimau ini pun terekam pada 1 Juni 2017 lalu. Tentu saja perkawinan sepasang harimau tersebut membawa harapan baru disamping menurunnya populasi harimau. Keberadaan harimau dalam satu abad terakhir di dunia berkurang dari 100.000 menjadi hanya 3.200 individu di alam. Harimau menjadi salah satu target negara-negara wilayah sebarannya, dengan dukungan masyarakat dan organisasi internasional untuk pemulihan populasinya berdasarkan Global Tiger Summit di St. Petersburg, Rusia tahun 2010 lalu.  Sedangkan Harimau Sumatra ( ...

Melepas Kutukan Melalui Perempuan

Oleh: Rahmi Carolina Tanggal 9 Desember merupakan Hari Anti Korupsi Internasional. Beberapa spanduk tentang peringatannya berdiri rapi di bibir jalan Sudirman. Kabarnya, Riau mejadi tuan rumah dalam momentum tersebut. Mungkin ia terpilih karena kisah kelam dimasa lalunya sebagai daerah rawan korupsi. Di Indonesia, berbicara soal korupsi sudah seperti makanan sehari-hari. Hal itu terbukti dari banyaknya pemberitaan di media yang menyoroti kasus tersebut. Selalu saja ada dan seolah tanpa jeda. Bahkan untuk Riau sendiri saat ini disebut sebagai daerah yang memiliki angka korupsi tertinggi. Lantas disusul oleh daerah Aceh, Sumatera Utara, Papua dan Papua Barat. Tentu saja pencapaian yang diperoleh Riau seolah kutukan untuk marwah melayu. Sumber: Google Sejak KPK berdiri, tercatat sudah 25 orang pejabat di Riau tersangkut kasus korupsi. Tingginya kasus korupsi di Bumi Lancang Kuning tampak dari terjeratnya tiga Gubernur dalam tiga periode berturut-turut. Ketiganya ditahan KP...