Langsung ke konten utama

Semenanjung Pilu

Tembakau
membakar waktu                                                                 
Gambus lapuk
Mengiang di sudut rindu

Kepada engkau yang berlalu                                                     
Dan tak berniat kembali
Tengok!
Bebudak tu kusut nasibnya

Kota dan kampung menjual cinta                               
Ringkas
Musnah
Tenggelam di mata

Kini
Hari-hari kau dah tak sama

“Mari, kesini nak
Dekatlah denganku, matikan apimu.”                   

Puncak malam
Semenanjung  pilu.   


Kartun Aster-Phire, DeviantART.










                                                              


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pekasam Ikan Subayang

Oleh: Rahmi Carolina Pekasam ikan merupakan salah satu produk ikan awetan yang diolah secara tradisional. Ia dilakukan dengan metode penggaraman yang dilanjutkan dengan proses fermentasi. Biasanya pekasam menggunakan ikan air tawar dengan rasa sedikit masam ketika sudah jadi. Di Riau sendiri khususnya di Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu olahan masakan ini cukup dikenal. Konon kabarnya, pekasam ikan ini dilakukan agar ikan awet lebih lama, food safety. Ia pun menjadi makanan simpanan jika satu waktu terjadi kesulitan mencari bahan pangan. Sebab dimasa itu belum ditemukan cara pengawetan dengan tekhnologi menggunakan pendingin bersuhu di bawah nol derajat celcius, seperti kulkas. Kamu penasaran? Mari kita coba! Bahan: 1.       1kg ikan Lilan (ikan air tawar dari Subayang) 2.       ½ canting beras 3.       1 bungkus garam kasar 4.       3 helai daun kunyit Cara...

Rahmi: Mereka Punya Hak Hidup Bebas di Alam dengan Tenang

Oleh:  Zakwan Asrari Hampir setengah tahun kebakaran hutan berlangsung di daerah Sumatera. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, kesehatan, dan korban jiwa, tapi juga dampak lingkungan yang serius. Tarbijah Islamijah Media mewawancarai salah seorang aktivis lingkungan, Rahmi Carolina Sembiring untuk menceritakan kondisi di daerah Riau saat ini. Kabut asap dari kebakaran, berdampak langsung kepada masyarakat. Kegiatan sehari-hari pun terganggu, bahkan sekolah pun sempat diliburkan untuk mengantisipasi para siswa terjangkit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Sampai saat ini, kebakaran hutan masih belum teratasi meski pemerintah telah melakukan berbagai tindakan. Untuk menghentikan perluasan kebakaran di kerahkan helikopter dan juga pesawat bom air di titik api. Di samping itu diterjunkan juga personil TNI untuk membantu dan membuat sekat pada kanal-kanal penahan air agar lahan gambut tetap basah, hingga perluasan di harapkan bisa diminimalisir. Berik...

Alamat dan Keterangan Media yang Memiliki Rubrik Cerpen, Puisi dan Opini :

1. Republika sekretariat@republika.co.id , aliredov@yahoo.com Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair. 2. Kompas opini@kompas.co.id , opini@kompas.com Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.100.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis. 3. Koran Tempo ktminggu@tempo.co.id Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransf...