Langsung ke konten utama

Gulai Asam Pedas Baung Melayu Riau

Mengingat namanya bikin lapar. Gulai asam pedas merupakan salah satu masakan khas melayu yang ada di provinsi Riau. Masakan ini selalu menjadi alasan saya untuk balek kampung. Padahal masih satu provinsi, dan kampung saya hanya berjarak satu jam dari Pekanbaru. Soalnya asam pedas baung buatan emak saya beda. Tak taulah apa yang buat beda. Bagi saya masakan emak tiada duanya. 

Sebenar-benarnya saya tidak begitu paham tentang bumbu-bumbu masakan. Maka dari itu resep dibawah ini saya copy saja. 

Bahan :
750 gr ikan baung
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam
1 lbr daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
2 btg serai, memarkan
2 cm jahe, memarkan
4 lbr daun jeruk
2 buah asam kandis
8 buah tomat sayur
500 ml air
2 sdm minyak goreng

Haluskan:
100 gr cabai merah giling
12 siung bawang merah
5 siung bawang putih

Cara memasak:
1. Cuci bersih ikan baung, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun kunyit, lengkuas, serai, jahe, daun ejruk, asam kandis dan air, didihkan.
3. Masukkan ikan baung, masak hingga kuah mengental dan ikan matang, tambahkan tomat sayur, masak sebentar , angkat.

Sesuai dengan nama gulai ini memang terasa pedas dan agak keasam-asaman. Sangat cocok jika disantap dengan nasi putih. Nah, buat yang mau ke Riau jangan lupa sempatkan mencicipi masakan khas Riau yang sangat pupuler di kalangan masyarakat melayu ini. Cukuplah kita bayangkan betapa nikmatnya gulai asam pedas ikan baung atau asam pedas ikan patin. Dua-duanya sama sedapnye. Kedua ikan ini juga merupakan icon dari provinsi Riau. 

ha.. macam mane? nak cube? Sile singgah ke Riau!





Sumber: http://resepmasakanindonesia.idcc.info/resep-ikan-asam-pedas.htm

Komentar

  1. enak banget makanannya kak, pengen banget nyoba kak,.
    Monggo Mampir di Website kami kak
    Aqiqah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menumbai Madu Sialang

Keberadaan hutan alam bagi masyarakat Petalangan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sangat penting. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup pada hasil hutan, mulai dari berburu, menangkap ikan, hingga menumbai. Menumbai adalah upacara adat untuk mengambil madu lebah di pohon sialang. Pohon Sialang yaitu pohon tinggi besar dan tempat yang disenangi lebah hutan untuk bersarang. Jenis pohon Sialang disana ada tiga jenis, Sulur Batang, Rumah Keluang dan Cempedak Air.

Data Nyastra Sarongge

Judul : Sarongge
Penulis : Tosca Santoso
Penerbit : Dian Rakyat
Tahun terbit : September 2012
Tebal buku : 370 halaman

Sebuah novel fiksi pertama karya Tosca Santoso. Direktur Utama KBR68H ini sudah 20 tahun lebih menjadi seorang jurnalis. KBR68H kantor berita radio independen terbesar di Indonesia. Melayani berita dan program-program radio berkualitas untuk 900 radio lebih di Indonesia, serta 9 negara di Asia dan Australia terhitung hingga saat ini. Selain itu ia jugamenjadi Direktur Utama Green Radio dan Tempo TV.
Sarongge adalah tempat angker yang dihuni roh-roh jahat. Begitu kata sebuah catatan usang penulis Belanda. Sisi lain, warga setempat bercerita kalau Sarongge adalah makhluk jejadian. Berkepala manusia, tetapi berbadan kuda seperti halnya dongeng Yunani, Centaurus. Namun sayang belum ada warga yang pernah bertemu makhluk tersebut. Sehingga tak ada gambaran lebih jelas atau hanya seonggok cerita turunan dari nenek moyang mereka.