Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Pekasam Ikan Subayang

Oleh: Rahmi Carolina

Pekasam ikan merupakan salah satu produk ikan awetan yang diolah secara tradisional. Ia dilakukan dengan metode penggaraman yang dilanjutkan dengan proses fermentasi. Biasanya pekasam menggunakan ikan air tawar dengan rasa sedikit masam ketika sudah jadi.
Di Riau sendiri khususnya di Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu olahan masakan ini cukup dikenal. Konon kabarnya, pekasam ikan ini dilakukan agar ikan awet lebih lama, food safety. Ia pun menjadi makanan simpanan jika satu waktu terjadi kesulitan mencari bahan pangan. Sebab dimasa itu belum ditemukan cara pengawetan dengan tekhnologi menggunakan pendingin bersuhu di bawah nol derajat celcius, seperti kulkas.
Kamu penasaran? Mari kita coba!
Bahan: 1.1kg ikan Lilan (ikan air tawar dari Subayang) 2.½ canting beras 3.1 bungkus garam kasar 4.3 helai daun kunyit
Cara membuatnya: 1.Siangi ikan dan cuci bersih. 2.Sangrai beras hingga berwarna coklat tua. 3.Setelah beras sejuk, haluskan menggunakan lesung atau blander. 4.Diangkan daun …

Luka Penghidupan

Siapa yang tak mengenal Tanjung Belit? Benar sekali, kampung ini menjadi pembicaraan beberapa waktu belakangan, sebab air terjun Batu Dinding yang ia miliki. Indah dan masih alami. Tanjung Belit, berada di sisi kiri Subayang jika bertandang dari arah Lipat Kain. Setelah dari Gema belok ke kiri, lalu sedikit menanjak dan turun bukit. Jika berhenti sejenak, siapapun akan disuguhkan bentangan bukit-bukit hijau. Lalu lelehannya mengalir dan berkumpul di sungai Subayang. Subayang bagaikan jantung, sedangkan airnya adalah darah. Tugasnya mengaliri setiap organ-organ kehidupan, lalu organ itu menghidupi kehidupan lain. Begitu seterusnya. Ia benar-benar inti dari kehidupan di kawasan Rimbang Baling.
Jalan aspal terakhir hanya bertapak sampai di Tanjung Belit. Jalan di kampung itu berbelit-belit sebab itulah kampung diberi nama Tanjung Belit, begitu gurauan amak-amak saat ditanya arti nama kampungnya.
Pagi itu matahari belum benar-benar keluar dari balik bukit. Saya dan Doni bersama dua petani m…