Langsung ke konten utama

Pekasam Ikan Subayang

Oleh: Rahmi Carolina


Pekasam ikan merupakan salah satu produk ikan awetan yang diolah secara tradisional. Ia dilakukan dengan metode penggaraman yang dilanjutkan dengan proses fermentasi. Biasanya pekasam menggunakan ikan air tawar dengan rasa sedikit masam ketika sudah jadi.

Di Riau sendiri khususnya di Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu olahan masakan ini cukup dikenal. Konon kabarnya, pekasam ikan ini dilakukan agar ikan awet lebih lama, food safety. Ia pun menjadi makanan simpanan jika satu waktu terjadi kesulitan mencari bahan pangan. Sebab dimasa itu belum ditemukan cara pengawetan dengan tekhnologi menggunakan pendingin bersuhu di bawah nol derajat celcius, seperti kulkas.

Kamu penasaran? Mari kita coba!

Bahan:
1.      1kg ikan Lilan (ikan air tawar dari Subayang)
2.      ½ canting beras
3.      1 bungkus garam kasar
4.      3 helai daun kunyit

Cara membuatnya:
1.      Siangi ikan dan cuci bersih.
2.      Sangrai beras hingga berwarna coklat tua.
3.      Setelah beras sejuk, haluskan menggunakan lesung atau blander.
4.      Diangkan daun kunyit sampai layu.
5.      Siapkan baskom. Masukkan ikan, garam dan beras sangrai yang telah halus.
6.      Aduk rata semua bahan dan masukkan ke dalam toples.
7.      Terakhir, masukkan daun kunyit yang telah didiangkan sebagai alas penutup toples.
8.      Tutup toples dengan rapat dan simpan hingga seminggu.
9.      Setelah seminggu goreng ikan tersebut dengan cabe sesuai selera.
10.  Sajikan selagi hangat dengan nasi panas.

Foto: Rahmi Carolina
Menurut orang tetua dulu, ikan pekasam bagus untuk kesehatan tubuh dan obat awet muda. Benar sekali, beberapa sumber mengatakan dari asam laktat yang dihasilkannya mampu mengurangi jumlah bakteri patogen secara efektif pada bakteri jahat Ecolli dan Salmonella di dalam tubuh. Selain itu asam laktat juga dikonsumsi manusia sebagai probiotik untuk meningkatkan kesehatan atau nutrisi pada tubuh kita.


* * *



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gulai Asam Pedas Baung Melayu Riau

Mengingat namanya bikin lapar. Gulai asam pedas merupakan salah satu masakan khas melayu yang ada di provinsi Riau. Masakan ini selalu menjadi alasan saya untuk balek kampung. Padahal masih satu provinsi, dan kampung saya hanya berjarak satu jam dari Pekanbaru. Soalnya asam pedas baung buatan emak saya beda. Tak taulah apa yang buat beda. Bagi saya masakan emak tiada duanya. 
Sebenar-benarnya saya tidak begitu paham tentang bumbu-bumbu masakan. Maka dari itu resep dibawah ini saya copy saja. 
Bahan :
750 gr ikan baung
1 sdm air jeruk nipis
1 sdt garam
1 lbr daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
2 btg serai, memarkan
2 cm jahe, memarkan
4 lbr daun jeruk
2 buah asam kandis
8 buah tomat sayur
500 ml air
2 sdm minyak goreng
Haluskan:
100 gr cabai merah giling
12 siung bawang merah
5 siung bawang putih

Cara memasak:
1. Cuci bersih ikan baung, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan selama 15 menit.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun kunyit, …

Menumbai Madu Sialang

Keberadaan hutan alam bagi masyarakat Petalangan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sangat penting. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidup pada hasil hutan, mulai dari berburu, menangkap ikan, hingga menumbai. Menumbai adalah upacara adat untuk mengambil madu lebah di pohon sialang. Pohon Sialang yaitu pohon tinggi besar dan tempat yang disenangi lebah hutan untuk bersarang. Jenis pohon Sialang disana ada tiga jenis, Sulur Batang, Rumah Keluang dan Cempedak Air.