Langsung ke konten utama

Postingan

Menuju Pengelolaan Kawasan Adil dan Lestari, Rimbang Baling Uji Coba Sistem Canggih.

Postingan terbaru

Pekasam Ikan Subayang

Oleh: Rahmi Carolina

Pekasam ikan merupakan salah satu produk ikan awetan yang diolah secara tradisional. Ia dilakukan dengan metode penggaraman yang dilanjutkan dengan proses fermentasi. Biasanya pekasam menggunakan ikan air tawar dengan rasa sedikit masam ketika sudah jadi.
Di Riau sendiri khususnya di Rimbang Baling, Kampar Kiri Hulu olahan masakan ini cukup dikenal. Konon kabarnya, pekasam ikan ini dilakukan agar ikan awet lebih lama, food safety. Ia pun menjadi makanan simpanan jika satu waktu terjadi kesulitan mencari bahan pangan. Sebab dimasa itu belum ditemukan cara pengawetan dengan tekhnologi menggunakan pendingin bersuhu di bawah nol derajat celcius, seperti kulkas.
Kamu penasaran? Mari kita coba!
Bahan: 1.1kg ikan Lilan (ikan air tawar dari Subayang) 2.½ canting beras 3.1 bungkus garam kasar 4.3 helai daun kunyit
Cara membuatnya: 1.Siangi ikan dan cuci bersih. 2.Sangrai beras hingga berwarna coklat tua. 3.Setelah beras sejuk, haluskan menggunakan lesung atau blander. 4.Diangkan daun …

Luka Penghidupan

Siapa yang tak mengenal Tanjung Belit? Benar sekali, kampung ini menjadi pembicaraan beberapa waktu belakangan, sebab air terjun Batu Dinding yang ia miliki. Indah dan masih alami. Tanjung Belit, berada di sisi kiri Subayang jika bertandang dari arah Lipat Kain. Setelah dari Gema belok ke kiri, lalu sedikit menanjak dan turun bukit. Jika berhenti sejenak, siapapun akan disuguhkan bentangan bukit-bukit hijau. Lalu lelehannya mengalir dan berkumpul di sungai Subayang. Subayang bagaikan jantung, sedangkan airnya adalah darah. Tugasnya mengaliri setiap organ-organ kehidupan, lalu organ itu menghidupi kehidupan lain. Begitu seterusnya. Ia benar-benar inti dari kehidupan di kawasan Rimbang Baling.
Jalan aspal terakhir hanya bertapak sampai di Tanjung Belit. Jalan di kampung itu berbelit-belit sebab itulah kampung diberi nama Tanjung Belit, begitu gurauan amak-amak saat ditanya arti nama kampungnya.
Pagi itu matahari belum benar-benar keluar dari balik bukit. Saya dan Doni bersama dua petani m…

Melepas Kutukan Melalui Perempuan

Oleh: Rahmi Carolina
Tanggal 9 Desember merupakan Hari Anti Korupsi Internasional. Beberapa spanduk tentang peringatannya berdiri rapi di bibir jalan Sudirman. Kabarnya, Riau mejadi tuan rumah dalam momentum tersebut. Mungkin ia terpilih karena kisah kelam dimasa lalunya sebagai daerah rawan korupsi.
Di Indonesia, berbicara soal korupsi sudah seperti makanan sehari-hari. Hal itu terbukti dari banyaknya pemberitaan di media yang menyoroti kasus tersebut. Selalu saja ada dan seolah tanpa jeda. Bahkan untuk Riau sendiri saat ini disebut sebagai daerah yang memiliki angka korupsi tertinggi. Lantas disusul oleh daerah Aceh, Sumatera Utara, Papua dan Papua Barat. Tentu saja pencapaian yang diperoleh Riau seolah kutukan untuk marwah melayu.

Sejak KPK berdiri, tercatat sudah 25 orang pejabat di Riau tersangkut kasus korupsi. Tingginya kasus korupsi di Bumi Lancang Kuning tampak dari terjeratnya tiga Gubernur dalam tiga periode berturut-turut. Ketiganya ditahan KPK dengan kasus yang berbeda. Sela…